SandeKennedy – Acer resmi mengungkap harga Predator Atlas 8 untuk pasar Inggris. Handheld gaming terbaru ini dibanderol mulai £999 atau sekitar US$1.340, sementara varian tertingginya mencapai £1.499 atau hampir US$2.000. Harga tersebut menjadikan Predator Atlas 8 sebagai salah satu handheld gaming premium termahal yang diumumkan hingga saat ini.
“Baca Juga: PlayStation Vita Kini Bisa Mainkan Halo dan Forza”
Predator Atlas 8 Hadir dalam Dua Konfigurasi Premium
Predator Atlas 8 tersedia dalam beberapa pilihan spesifikasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda.
Model dasar menggunakan GPU Intel Arc G3, RAM LPDDR5X 16 GB, serta SSD PCIe Gen4 berkapasitas 512 GB. Konfigurasi ini dipasarkan dengan harga £999 atau sekitar US$1.340.
Sementara itu, varian tertinggi mengusung Intel Arc G3 Extreme, RAM LPDDR5X 32 GB, dan SSD PCIe Gen4 berkapasitas 1 TB. Acer membanderol model tersebut seharga £1.499 atau hampir US$2.000.
Dengan rentang harga tersebut, Predator Atlas 8 masuk ke kategori handheld gaming ultra-premium yang menyasar pengguna dengan kebutuhan performa tinggi.
Layar 120Hz dan Intel Arc G3 Jadi Andalan
Predator Atlas 8 dibekali layar sentuh berukuran 8 inci dengan resolusi WUXGA dan refresh rate 120Hz. Panel tersebut juga mendukung Variable Refresh Rate (VRR) untuk menghasilkan tampilan yang lebih mulus saat bermain.
Perangkat ini menggunakan prosesor Intel Arc G3 Series berbasis Panther Lake. Acer juga melengkapinya dengan teknologi XeSS 3 yang memanfaatkan AI upscaling untuk meningkatkan performa sekaligus mempertahankan kualitas visual.
Di sektor memori, Predator Atlas 8 menawarkan RAM LPDDR5X hingga 32 GB serta penyimpanan SSD PCIe Gen4 hingga 1 TB.
Untuk konektivitas, tersedia dua port Thunderbolt 4 dan dukungan Wi-Fi 7. Acer juga menyematkan sistem pendingin khas lini Predator agar performa tetap stabil saat menjalankan game berat.
Harga Handheld Gaming Premium Terus Meningkat
Peluncuran Predator Atlas 8 memperlihatkan perubahan tren di pasar handheld gaming.
Beberapa waktu lalu, kehadiran perangkat berbasis Intel Arc G3 sempat memunculkan harapan akan lahirnya alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan model berbasis AMD.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kondisi yang berbeda. Baik Acer maupun MSI justru memasarkan handheld berbasis Intel Arc G3 dengan harga di atas US$1.300.
Situasi tersebut membuat segmen handheld gaming premium semakin sulit dijangkau oleh sebagian besar gamer yang sebelumnya menganggap perangkat portabel sebagai pilihan dengan harga lebih bersahabat.
“Baca Juga: Framework Luncurkan PC Mini-ITX dengan Ryzen AI Max+”
Kenaikan Biaya Komponen Dorong Harga Perangkat Gaming
Meningkatnya harga handheld gaming tidak terlepas dari kondisi industri perangkat keras global.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga memori dan komponen penyimpanan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Biaya produksi perangkat elektronik juga terus meningkat seiring bertambahnya kompleksitas teknologi.
Selain itu, tingginya permintaan komponen untuk kebutuhan kecerdasan buatan turut memberikan tekanan terhadap rantai pasok industri semikonduktor.
Berbagai faktor tersebut membuat harga perangkat gaming terus mengalami kenaikan. Sejumlah analis industri bahkan memperkirakan tekanan terhadap biaya komponen masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini berpotensi membuat handheld gaming premium tetap berada pada kisaran harga tinggi, sekaligus mempertegas perubahan segmen dari perangkat portabel yang terjangkau menjadi produk kelas atas.




Leave a Reply