SandeKennedy – Pihak berwenang Amerika Serikat mengumumkan keberhasilan membekuk jaringan penyelundupan chip AI Nvidia senilai lebih dari 160 juta dolar AS. Operasi ini dikenal dengan nama “Operation Gatekeeper” dan menargetkan pengiriman ilegal chip Nvidia ke Cina. Jaksa Agung AS Nicholas J. Ganjei dari Distrik Selatan Texas menyatakan tindakan ini untuk mencegah pihak yang dapat melemahkan keamanan nasional AS memperoleh teknologi AI canggih. Kasus ini terjadi di tengah ketatnya kontrol ekspor AS untuk membatasi akses Cina ke chip AI, termasuk GPU Nvidia H100 dan H200.
“Baca Juga: Polisi China Gunakan Kacamata AI untuk Identifikasi Kendaraan”
PERNYATAAN BERSALAH ALAN HAO HSU DAN PERUSAHAANNYA
Alan Hao Hsu, 43 tahun, dari Missouri, Texas, dan perusahaannya Hao Global LLC di Houston mengaku bersalah atas penyelundupan chip Nvidia. Pengakuan ini diajukan pada 10 Oktober 2025. Hsu dan rekan-rekannya mengekspor atau berusaha mengekspor GPU Nvidia H100 senilai 160 juta dolar AS antara Oktober 2024 hingga Mei 2025. Meski bukan chip Nvidia paling canggih, GPU H100 dan H200 memerlukan lisensi khusus untuk dikirim ke Cina. Operasi ini diduga memalsukan dokumen pengiriman untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya. Dana sekitar 50 juta dolar AS dari Cina digunakan untuk mendukung rencana penyelundupan ini. Hsu kini bebas bersyarat dan akan menghadapi hukuman sepuluh tahun penjara pada 18 Februari 2026, sementara Hao Global dijatuhi denda dua kali lipat dari keuntungan ilegal.
DUA TERDUGA LAIN DITAHAN ATAS KASUS PENYELUNDUPAN
Selain Hsu, pejabat AS menahan Fanyue Gong, 43 tahun, warga negara Cina di New York, dan Benlin Yuan, 58 tahun, warga negara Kanada di Ontario. Gong diduga menggunakan pembeli fiktif dan perantara untuk memperoleh GPU, serta memalsukan informasi tujuan pengiriman agar seolah untuk AS atau negara lain. Sementara Yuan, CEO perusahaan IT Cina di AS, dituduh merekrut inspektur untuk menyembunyikan tujuan ke Cina. Yuan juga memalsukan dokumen untuk membebaskan pengiriman yang ditahan dan menangani penyimpanan ekspor tambahan.
MEKANISME PENYELUNDUPAN DAN MODUS OPERANDI
Modus operandi jaringan ini melibatkan pemalsuan dokumen, perubahan label, dan pengiriman melalui perusahaan logistik Hong Kong. GPU ditandai sebagai suku cadang generik agar lolos pengawasan ekspor. Pihak berwenang juga menemukan koordinasi kompleks antara perusahaan di AS, Hong Kong, dan Cina. Investigasi mengungkap penggunaan strategi kreatif untuk menipu pengawas dan memanfaatkan celah hukum dalam regulasi ekspor. Operasi ini menunjukkan kerentanan rantai pasok teknologi tinggi jika pengawasan tidak diperketat.
“Baca Juga: Cristiano Ronaldo Dapat Peran Spesial di Fast and Furious dari Vin Diesel”
IMPLIKASI HUKUM DAN KONTROL EKSPOR AS
Jika dinyatakan bersalah, Yuan bisa menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara, sedangkan Gong hingga 10 tahun. Kasus ini menegaskan penegakan kontrol ekspor AS yang diperketat sejak 2023. Penahanan dan hukuman berat menjadi peringatan bagi individu atau perusahaan yang mencoba menyalurkan teknologi AI canggih ke negara yang dibatasi. Langkah ini diharapkan memperkuat keamanan nasional dan mengurangi risiko chip AI digunakan untuk kepentingan militer atau kegiatan yang merugikan AS.




Leave a Reply