Chip AI 1.4nm Fujitsu Ditargetkan Rilis 2029

Chip AI 1.4nm Fujitsu Ditargetkan Rilis 2029

SandeKennedy – Fujitsu dikabarkan tengah mengembangkan chip AI berbasis proses 1.4nm. Teknologi ini berpotensi menjadi salah satu yang pertama di dunia. Langkah ini menandai ambisi Jepang untuk masuk lebih dalam ke industri semikonduktor canggih.

Chip yang dikembangkan berupa Neural Processing Unit atau NPU. Komponen ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan. Fokus utama pengembangannya adalah performa tinggi dan efisiensi dalam komputasi AI.

“Baca Juga: Lenovo Hadirkan Yoga Mini i, Mini PC Core Ultra”

Langkah Fujitsu menunjukkan perubahan strategi Jepang dalam industri teknologi. Negara tersebut mulai memperkuat posisi di sektor yang selama ini didominasi pemain besar.

Kolaborasi dengan Rapidus Perkuat Rantai Produksi Jepang

Fujitsu tidak mengembangkan chip ini sendirian. Proyek ini melibatkan Rapidus sebagai mitra produksi utama. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem chip domestik.

Jepang berusaha menciptakan rantai produksi lengkap dari desain hingga fabrikasi. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pihak luar. Dukungan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam strategi ini.

Kerja sama ini menunjukkan komitmen Jepang untuk membangun industri semikonduktor yang mandiri.

Integrasi dengan Prosesor Monaka untuk Komputasi AI dan HPC

NPU 1.4nm ini akan dipasangkan dengan prosesor Fujitsu Monaka-X. Prosesor ini merupakan bagian dari lini Monaka yang ditujukan untuk komputasi kelas berat. Platform ini dirancang untuk kebutuhan AI dan high-performance computing.

Monaka disebut mendukung hingga 144 core per socket. Arsitektur yang digunakan adalah 3D chiplet untuk meningkatkan efisiensi dan performa. Teknologi ini juga sudah mendukung PCIe 6.0 dan CXL 3.0.

Kombinasi NPU dan prosesor ini diharapkan memberikan performa tinggi. Sistem ini dirancang untuk menangani beban kerja komputasi skala besar.

Target Digunakan di Fugaku NEXT Supercomputer

Chip ini diproyeksikan akan digunakan pada Fugaku NEXT supercomputer. Sistem ini merupakan penerus dari Fugaku yang sebelumnya menjadi salah satu superkomputer tercepat di dunia.

Pengembangan ini menunjukkan fokus Jepang pada komputasi ilmiah dan AI. Superkomputer generasi berikutnya akan membutuhkan performa yang jauh lebih tinggi. Teknologi NPU 1.4nm menjadi salah satu solusi yang disiapkan.

Jika berhasil, proyek ini akan memperkuat posisi Jepang di bidang superkomputasi global.

“Baca Juga: Trump Ingin Negara Arab Tanggung Biaya Perang”

Produksi 1.4nm Ditargetkan Uji Coba 2029

Rapidus diperkirakan akan memulai uji coba produksi 1.4nm pada 2029. Sebelumnya, perusahaan menargetkan produksi massal 2nm pada 2028. Jadwal ini menunjukkan tahapan pengembangan yang bertahap.

Untuk mencapai target tersebut, Rapidus bekerja sama dengan perusahaan besar seperti IBM dan Canon. Dukungan teknologi dari mitra ini menjadi faktor penting dalam pengembangan.

Meski masih mengejar ketertinggalan dari pemain seperti TSMC, arah Jepang terlihat jelas. Mereka ingin membangun ekosistem chip yang mandiri dan kompetitif. Keberhasilan proyek ini akan sangat menentukan posisi Jepang di industri global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *