SandeKennedy – Kabar menarik datang dari industri semikonduktor global terkait harga RAM DDR5 yang belakangan terus meningkat. Mantan petinggi Samsung Electronics memprediksi lonjakan harga tersebut tidak akan berlangsung permanen.
Prediksi tersebut disampaikan oleh Kye-hyun Kyung, mantan kepala divisi Device Solutions Samsung Electronics. Ia menilai harga memori DRAM, khususnya DDR5, berpotensi mulai turun pada paruh kedua tahun depan.
“Baca Juga: ARC Raiders Tembus 16 Juta Unit Penjualan”
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian karena harga RAM beberapa waktu terakhir terus mengalami kenaikan. Permintaan tinggi dari industri AI dan server disebut menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga memori global.
Meski demikian, Kyung melihat kondisi pasar bisa berubah dalam waktu dekat. Faktor utama yang diyakini akan memengaruhi pasar adalah ekspansi besar-besaran produsen memori asal Tiongkok.
Investasi Besar Perusahaan Tiongkok Jadi Faktor Utama
Menurut Kyung, perusahaan semikonduktor Tiongkok mulai melakukan investasi agresif untuk meningkatkan kapasitas produksi DRAM. Salah satu nama yang paling sering disebut adalah ChangXin Memory Technologies atau CXMT.
CXMT disebut terus memperluas kemampuan produksi memori demi memperkuat posisi mereka di pasar global. Langkah tersebut dilakukan di tengah persaingan ketat industri semikonduktor internasional.
Investasi besar pada sektor produksi DRAM diperkirakan akan meningkatkan suplai memori secara signifikan dalam satu tahun ke depan. Jika suplai meningkat, harga pasar biasanya mulai mengalami penurunan.
Kondisi inilah yang menjadi dasar prediksi bahwa harga DDR5 akan mulai melandai. Semakin banyak produk tersedia di pasar, tekanan harga diperkirakan akan berkurang secara bertahap.
Fenomena seperti ini cukup umum terjadi di industri semikonduktor. Harga memori sering bergerak mengikuti keseimbangan antara permintaan dan kapasitas produksi global.
Permintaan AI Jadi Penyebab Harga RAM Naik
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan memori meningkat cukup tajam akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Infrastruktur AI modern membutuhkan kapasitas memori besar untuk melatih dan menjalankan model AI.
Selain AI, kebutuhan server cloud dan pusat data juga ikut mendorong kenaikan permintaan DRAM. Hal tersebut membuat produsen memori global mengalami tekanan suplai.
Kenaikan permintaan tersebut berdampak langsung pada harga DDR5 yang kini semakin banyak digunakan di PC modern dan server generasi baru. DDR5 menawarkan bandwidth lebih tinggi dibanding DDR4 sehingga semakin diminati industri.
Namun, pertumbuhan permintaan yang terlalu cepat membuat harga memori ikut melonjak. Situasi ini cukup terasa terutama bagi pengguna PC enthusiast dan industri teknologi.
Karena itu, prediksi penurunan harga dari mantan petinggi Samsung menjadi kabar yang cukup menarik bagi pasar hardware global. Banyak pihak berharap harga memori kembali stabil dalam beberapa tahun mendatang.
Penurunan Harga Tetap Bergantung pada Stabilitas Industri
Meski optimistis harga akan turun, Kyung juga memberikan catatan penting terkait kondisi pasar. Ia menilai penurunan harga tetap sangat bergantung pada keberhasilan ekspansi produsen Tiongkok.
Jika investasi perusahaan seperti CXMT berjalan sesuai rencana, suplai DRAM diperkirakan akan meningkat drastis. Namun, jika terjadi hambatan produksi atau masalah geopolitik, situasi pasar bisa berubah kembali.
Selain itu, stabilitas investasi perusahaan teknologi besar di sektor AI juga menjadi faktor penting. Industri AI saat ini menjadi salah satu penggerak utama permintaan semikonduktor modern.
Jika investasi AI tetap tinggi, permintaan memori kemungkinan akan terus meningkat. Hal tersebut dapat memperlambat penurunan harga meski kapasitas produksi bertambah.
Industri memori memang dikenal sangat sensitif terhadap perubahan permintaan global. Karena itu, prediksi harga biasanya sangat dipengaruhi kondisi ekonomi dan teknologi dunia.
“Baca Juga: Console Segera Kedatangan Poppy Playtime Chapter 5″
Persaingan DRAM Global Diperkirakan Semakin Ketat
Ekspansi agresif perusahaan Tiongkok juga diperkirakan akan meningkatkan persaingan pasar DRAM global. Selama ini, industri memori masih didominasi pemain besar seperti Samsung, SK hynix, dan Micron.
Kehadiran CXMT dengan kapasitas produksi lebih besar dapat mengubah peta persaingan dalam beberapa tahun mendatang. Situasi tersebut berpotensi memberi dampak besar terhadap harga dan distribusi pasar memori.
Bagi konsumen, peningkatan persaingan biasanya membawa keuntungan berupa harga lebih kompetitif. Namun, bagi produsen besar, kondisi ini bisa meningkatkan tekanan bisnis secara signifikan.
Prediksi dari mantan petinggi Samsung memperlihatkan bahwa industri memori global sedang memasuki fase perubahan besar. Kombinasi ledakan AI dan ekspansi manufaktur Tiongkok akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga DDR5 ke depan.
Jika suplai benar-benar meningkat sesuai perkiraan, pasar hardware PC dan server kemungkinan akan kembali menikmati harga RAM yang lebih stabil setelah periode kenaikan tajam beberapa waktu terakhir.




Leave a Reply