SandeKennedy – Pemerintah Taiwan memberlakukan aturan baru yang mewajibkan perusahaan komersial berskala besar menghasilkan listrik sendiri. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di berbagai sektor industri.
Aturan tersebut menyasar perusahaan dengan konsumsi listrik sangat tinggi yang selama ini bergantung pada jaringan listrik nasional. Melalui kebijakan baru ini, perusahaan diwajibkan memproduksi sekaligus menyimpan pasokan listrik untuk memenuhi sebagian kebutuhan operasionalnya.
“Baca Juga: Jennifer English Tinggalkan Tides of Annihilation”
Langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi Undang-Undang Pengembangan Energi Terbarukan Taiwan. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik sekaligus meningkatkan penggunaan sumber energi yang lebih berkelanjutan.
Perusahaan dengan Konsumsi di Atas 5 MW Terdampak Aturan Baru
Berdasarkan kebijakan terbaru, perusahaan komersial yang menggunakan listrik sebesar 5 megawatt atau lebih wajib menyediakan pembangkit listrik sendiri. Selain memproduksi energi, perusahaan juga diwajibkan memiliki sistem penyimpanan listrik.
Laporan menyebut lebih dari 400 perusahaan telah terdampak oleh regulasi tersebut. Berbagai sektor industri masuk dalam cakupan aturan baru ini karena memiliki kebutuhan energi yang sangat besar.
Industri semikonduktor menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Selain itu, perusahaan di bidang optoelektronika, baja, petrokimia, hingga pusat data kecerdasan buatan atau AI juga termasuk dalam daftar yang harus memenuhi persyaratan baru.
Sebelumnya, regulasi Taiwan telah mewajibkan perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan sedikitnya 10 persen energi terbarukan dari total konsumsi listrik mereka.
TSMC Jadi Salah Satu Perusahaan dengan Konsumsi Listrik Terbesar
Di antara perusahaan yang terdampak, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC disebut menjadi salah satu pengguna listrik terbesar. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen semikonduktor yang memasok chip bagi berbagai perusahaan teknologi global.
Permintaan terhadap layanan manufaktur TSMC terus meningkat seiring berkembangnya industri semikonduktor. Produksi chip berteknologi tinggi membutuhkan fasilitas fabrikasi yang beroperasi selama 24 jam dengan konsumsi energi yang sangat besar.
Kondisi tersebut membuat TSMC menjadi salah satu perusahaan yang paling terpengaruh oleh kebijakan baru pemerintah Taiwan. Kebutuhan listrik yang tinggi membuat perusahaan harus menyiapkan strategi tambahan untuk memenuhi ketentuan baru tersebut.
Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari TSMC mengenai langkah yang akan diambil untuk memenuhi regulasi terbaru.
Konsumsi Listrik TSMC Capai 25,55 Miliar kWh Sepanjang 2024
Menurut laporan yang beredar, TSMC mengonsumsi sekitar 25,55 miliar kilowatt-jam listrik sepanjang 2024. Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan energi untuk mendukung operasional perusahaan.
Jumlah konsumsi tersebut disebut setara dengan sekitar sembilan persen dari total penggunaan listrik Taiwan dalam periode yang sama. Besarnya angka ini memperlihatkan peran penting industri semikonduktor terhadap kebutuhan energi nasional.
Sebagai produsen chip bagi berbagai perusahaan teknologi, termasuk Apple, TSMC terus meningkatkan kapasitas produksinya. Peningkatan tersebut turut berkontribusi terhadap bertambahnya kebutuhan listrik perusahaan.
Konsumsi energi yang tinggi juga menjadi tantangan bagi industri semikonduktor di tengah meningkatnya permintaan terhadap chip untuk perangkat elektronik dan aplikasi kecerdasan buatan.
“Baca Juga: Crimson Desert Dirumorkan Hadir di Nintendo Switch 2″
Reformasi Energi Taiwan Dorong Industri Lebih Mandiri
Kebijakan baru pemerintah Taiwan mencerminkan upaya untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Dengan mewajibkan perusahaan besar menghasilkan listrik sendiri, beban terhadap jaringan listrik nasional diharapkan dapat berkurang.
Bagi perusahaan seperti TSMC, perubahan ini kemungkinan memerlukan investasi tambahan pada pembangkit listrik maupun sistem penyimpanan energi. Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian terhadap regulasi baru yang berlaku bagi industri dengan konsumsi listrik tinggi.
Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan energi dari sektor semikonduktor dan pusat data menunjukkan pentingnya pengembangan infrastruktur energi yang mampu mendukung pertumbuhan industri teknologi. Ke depan, keseimbangan antara peningkatan kapasitas produksi dan keberlanjutan pasokan energi diperkirakan akan menjadi salah satu tantangan utama bagi perusahaan-perusahaan besar di Taiwan.




Leave a Reply