SandeKennedy – Meta dikabarkan kembali menggunakan memori DDR4 pada sebagian infrastruktur pusat datanya. Keputusan tersebut menarik perhatian karena dilakukan di tengah tren industri yang mulai beralih sepenuhnya ke memori DDR5.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menekan biaya operasional. Alih-alih membuang perangkat lama, Meta memanfaatkan kembali modul RAM yang sebelumnya digunakan pada server generasi terdahulu.
“Baca Juga: Colorful Hadirkan Portable SSD Mungil 1000MB/detik”
Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan mengurangi biaya investasi perangkat keras tanpa harus mengorbankan kapasitas memori secara keseluruhan. Sistem ini juga didukung teknologi baru yang menghubungkan memori lama dengan server modern.
Meta Gunakan Chip Kustom Vistara ASIC untuk Menghubungkan DDR4
Berdasarkan informasi yang dilaporkan Tom’s Hardware, Meta mengembangkan chip kustom bernama Vistara ASIC. Chip ini dirancang sebagai penghubung antara server modern dan modul memori DDR4 yang sudah ada.
Vistara ASIC menggunakan arsitektur Compute Express Link atau CXL 2.0. Teknologi tersebut memungkinkan berbagai jenis memori bekerja bersama dalam satu sistem secara lebih efisien.
Melalui pendekatan ini, Meta dapat memanfaatkan kembali modul DDR4-2400 yang berasal dari server lama. Memori tersebut sebelumnya sudah tidak lagi digunakan dalam operasional utama perusahaan.
Alih-alih membuang perangkat keras lama, Meta memilih mengintegrasikannya ke dalam infrastruktur terbaru. Strategi tersebut menjadi salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Server AMD EPYC Turin Dipadukan dengan DDR4 dan DDR5
Server modern Meta menggunakan prosesor AMD EPYC Turin yang secara bawaan mendukung memori DDR5-6400. Namun, berkat Vistara ASIC, sistem juga dapat memanfaatkan modul DDR4 sebagai memori tambahan.
Konfigurasi tersebut memungkinkan dua generasi memori bekerja dalam satu server. Masing-masing memiliki peran berbeda sesuai karakteristik performanya.
Secara teknis, Meta menggabungkan RAM DDR5 berkapasitas 768 GB dengan tambahan 256 GB DDR4. Keduanya dihubungkan melalui antarmuka PCI Express 5.0.
Dengan konfigurasi tersebut, kapasitas memori server mencapai sekitar 1 TB. Pendekatan ini memberikan ruang memori yang besar tanpa harus seluruhnya menggunakan modul DDR5 baru.
Pemanfaatan kembali DDR4 juga membantu mengurangi limbah elektronik. Perangkat keras yang masih layak digunakan memperoleh fungsi baru di lingkungan pusat data.
Linux Mengelola Penempatan Data Berdasarkan Kecepatan Memori
Meta tidak menggunakan kedua jenis memori secara acak. Sistem operasi Linux dikonfigurasi untuk mengelola penempatan data berdasarkan tingkat kepentingannya.
Data yang sering diakses dan membutuhkan respons cepat ditempatkan pada memori DDR5. Jenis memori ini menawarkan bandwidth yang lebih tinggi serta latensi yang lebih rendah.
Sementara itu, data yang jarang digunakan dipindahkan ke modul DDR4. Meskipun lebih lambat, DDR4 masih memadai untuk menyimpan informasi yang tidak memerlukan akses berkecepatan tinggi.
Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan memanfaatkan keunggulan masing-masing jenis memori. Performa tetap terjaga, sementara biaya penggunaan perangkat keras dapat ditekan.
Strategi ini juga menunjukkan bagaimana perangkat lunak memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi infrastruktur pusat data modern.
“Baca Juga: Produsen RAM Hadapi Gugatan terkait Harga Hardware Gaming”
Strategi Efisiensi Jadi Fokus Pengembangan Infrastruktur Meta
Keputusan Meta memanfaatkan kembali DDR4 mencerminkan pendekatan baru dalam mengelola pusat data berskala besar. Perusahaan tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi terbaru, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi biaya jangka panjang.
Dengan menggabungkan chip kustom, teknologi CXL 2.0, dan pengelolaan memori melalui Linux, Meta dapat memperpanjang masa pakai perangkat keras yang masih layak digunakan.
Pendekatan seperti ini berpotensi menjadi referensi bagi perusahaan lain yang mengoperasikan pusat data dalam skala besar. Pemanfaatan kembali komponen lama dapat membantu mengurangi biaya sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Meski demikian, implementasi tersebut dirancang khusus untuk kebutuhan internal Meta dan menggunakan solusi perangkat keras yang dikembangkan sendiri. Belum diketahui apakah pendekatan serupa akan diadopsi secara luas oleh industri dalam waktu dekat.
Dengan memanfaatkan kembali modul DDR4 melalui chip Vistara ASIC, Meta menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti mengganti seluruh perangkat dengan teknologi terbaru. Dalam kondisi tertentu, mengombinasikan perangkat lama dan baru justru dapat menjadi solusi yang lebih efisien dan ekonomis.




Leave a Reply