SandeKennedy – Ubisoft akhirnya mengonfirmasi bahwa remake dari Assassin’s Creed IV: Black Flag memang sedang dikembangkan. Proyek ini diberi nama Assassin’s Creed Black Flag Resynced. Pengumuman tersebut disampaikan melalui blog resmi Assassin’s Creed setelah lama menjadi bahan spekulasi di komunitas gamer.
Dalam pengumuman tersebut, Ubisoft menampilkan gambar baru karakter utama Edward Kenway. Selain itu, perusahaan juga memperlihatkan logo resmi Black Flag Resynced. Konfirmasi ini sekaligus mengakhiri berbagai rumor yang telah beredar selama beberapa tahun.
“Baca Juga: Ghost of Yotei Dikonfirmasi Eksklusif PS5″
Remake ini menjadi salah satu proyek yang paling banyak dibicarakan oleh penggemar seri Assassin’s Creed. Black Flag sendiri dikenal sebagai salah satu judul paling populer dalam franchise tersebut. Banyak pemain menilai game ini sebagai salah satu pengalaman terbaik dalam seri tersebut.
Meski telah diumumkan secara resmi, Ubisoft masih belum mengungkap detail lengkap mengenai proyek remake ini. Informasi lebih lanjut disebut akan dibagikan pada waktu mendatang.
Kisah Edward Kenway di Era Golden Age of Piracy
Assassin’s Creed IV: Black Flag pertama kali dirilis pada 2013. Game ini menceritakan perjalanan Edward Kenway, seorang privateer asal Wales yang kemudian menjadi bajak laut. Ceritanya berlatar di wilayah Karibia pada abad ke-18.
Pada awal cerita, Edward Kenway digambarkan sebagai sosok yang mengejar kekayaan dan ketenaran. Namun perjalanan hidupnya berubah ketika ia terlibat konflik besar antara Assassin dan Templar. Perubahan karakter tersebut menjadi bagian penting dari alur cerita game.
Latar waktu permainan berlangsung pada periode yang dikenal sebagai Golden Age of Piracy. Era ini berlangsung sekitar tahun 1715 hingga 1722. Pada masa tersebut, banyak bajak laut terkenal beroperasi di kawasan Karibia.
Beberapa tokoh bajak laut legendaris juga muncul dalam cerita. Di antaranya termasuk Blackbeard dan Charles Vane. Dalam cerita game, mereka digambarkan berusaha membangun republik bajak laut bebas di Nassau.
Sementara itu, kekuatan kolonial seperti Inggris dan Spanyol berusaha menghentikan aktivitas bajak laut. Konflik ini menjadi latar sejarah yang memperkaya cerita dalam permainan.
Naval Battle Jadi Salah Satu Fitur Paling Ikonik
Salah satu aspek yang membuat Black Flag sangat populer adalah sistem pertarungan lautnya. Fitur naval battle memungkinkan pemain mengendalikan kapal dan bertempur di lautan terbuka. Mekanik ini menjadi elemen gameplay yang paling disukai banyak pemain.
Pemain dapat menjelajahi berbagai wilayah laut Karibia menggunakan kapal Jackdaw. Selain pertempuran kapal, pemain juga dapat melakukan eksplorasi pulau, perburuan harta karun, serta aktivitas bajak laut lainnya.
Sistem pertempuran laut ini juga memungkinkan pemain menyerang kapal musuh. Setelah kapal lawan melemah, pemain dapat melakukan boarding untuk mengambil alih kapal tersebut. Mekanik tersebut memberikan pengalaman bermain yang berbeda dibanding seri Assassin’s Creed sebelumnya.
Kombinasi eksplorasi laut, pertempuran kapal, dan cerita sejarah membuat Black Flag tetap populer hingga sekarang. Banyak penggemar berharap remake akan meningkatkan aspek visual dan gameplay dari fitur tersebut.
Proyek Remake Sudah Lama Menjadi Rahasia Umum
Meskipun baru diumumkan secara resmi, keberadaan remake Black Flag sebenarnya telah lama menjadi rumor. Sejak 2023, berbagai laporan menyebut bahwa Ubisoft sedang mengembangkan versi remake dari game tersebut. Proyek ini disebut dikerjakan oleh Ubisoft Singapore.
Studio tersebut dikenal karena keterlibatannya dalam pengembangan sistem naval pada Black Flag. Selain itu, Ubisoft Singapore juga mengerjakan proyek game bajak laut lain milik Ubisoft.
Banyak petunjuk yang sebelumnya mengarah pada keberadaan remake ini. Beberapa di antaranya termasuk kemunculan rating resmi untuk game tersebut. Selain itu, berbagai materi promosi juga sempat menampilkan referensi terhadap Black Flag.
Ubisoft juga pernah merilis ulang lagu sea shanties dari Black Flag. Lagu tersebut menjadi bagian ikonik dari pengalaman bermain game. Beberapa konten media sosial Ubisoft juga sempat memuat meme yang berkaitan dengan Black Flag.
Karena banyaknya petunjuk tersebut, proyek remake ini sering disebut sebagai salah satu rahasia terburuk dalam sejarah franchise Assassin’s Creed. Komunitas pemain sudah lama menduga bahwa proyek ini memang sedang dikerjakan.
“Baca Juga: HONOR 600 Lite Hadir dengan Baterai 6520 mAh”
Ubisoft Siapkan Roadmap Baru Franchise Assassin’s Creed
Meski telah diumumkan, Ubisoft belum mengungkap tanggal rilis resmi untuk Black Flag Resynced. Platform yang akan digunakan juga belum disebutkan secara detail. Ubisoft hanya menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan diumumkan di masa depan.
Pengumuman ini juga disertai gambaran roadmap franchise Assassin’s Creed. Ubisoft menyebut beberapa proyek lain yang sedang dikembangkan. Salah satu di antaranya adalah Assassin’s Creed Shadows yang saat ini memasuki fase akhir dukungan.
Selain itu, Ubisoft juga sedang mengembangkan Assassin’s Creed Hexe. Game ini disebut memiliki nuansa cerita yang lebih gelap. Pengembangannya diperkirakan memerlukan waktu lebih lama dibanding proyek lain.
Ubisoft juga memiliki proyek PvP dengan nama sementara Codename Invictus. Proyek ini dikerjakan oleh veteran pengembang dari For Honor. Ubisoft berencana melibatkan komunitas pemain lebih awal dalam pengembangannya.
Selain itu, Ubisoft juga mengembangkan Assassin’s Creed Codename Jade untuk perangkat mobile. Perusahaan juga membuka kemungkinan menghadirkan kembali fitur co-op dalam seri Assassin’s Creed di masa depan.
Sebagai tambahan, Ubisoft juga merilis pembaruan untuk game lama mereka. Patch gratis yang menghadirkan dukungan 60fps untuk Assassin’s Creed Unity dirilis pada 5 Maret. Pembaruan ini tersedia untuk konsol PlayStation 5 dan Xbox Series X/S.
Langkah tersebut memberikan sesuatu yang dapat dinikmati pemain sambil menunggu informasi lebih lanjut mengenai Black Flag Resynced dan proyek Assassin’s Creed lainnya.




Leave a Reply