Assassin's Creed Invictus Dikritik Saat Playtest

Assassin’s Creed Invictus Dikritik Saat Playtest

SandeKennedy – Ubisoft tampaknya sedang berada di posisi yang cukup rumit untuk masa depan franchise Assassin’s Creed. Di satu sisi, penggemar sedang antusias menunggu remake Black Flag, namun di sisi lain proyek multiplayer bernama Invictus justru diterpa rumor negatif.

Proyek dengan kode nama Assassin’s Creed Invictus awalnya diposisikan sebagai eksperimen baru untuk franchise tersebut. Ubisoft disebut ingin menghadirkan pengalaman PvP multiplayer dengan pendekatan berbeda.

Ekspektasi terhadap game ini cukup tinggi karena tim pengembangnya diisi sejumlah developer yang sebelumnya terlibat dalam For Honor. Pengalaman tim tersebut membuat banyak pemain berharap Invictus bisa menjadi proyek multiplayer ambisius.

“Baca Juga: Steam Controller Baru Sulit Dicari Akibat Scalper”

Invictus sendiri diketahui sudah mendapat lampu hijau sejak 2022. Artinya, proyek ini bukan sekadar rumor atau konsep awal yang belum jelas arah pengembangannya.

Namun, laporan terbaru dari insider asal Prancis bernama xj0nathan justru memunculkan kekhawatiran baru. Masa depan proyek tersebut kini disebut mulai terlihat tidak pasti.

Playtest Invictus Disebut Berjalan Sangat Buruk

Menurut laporan xj0nathan, playtest terbaru Invictus yang selesai pada 30 April disebut menghasilkan respons sangat buruk. Kondisi game dikabarkan berada di tahap yang cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan sumber yang ia dapatkan, kualitas proyek disebut jauh dari harapan internal. Bahkan muncul kemungkinan besar bahwa proyek tersebut akan mengalami penundaan.

Laporan tersebut juga menyebut ada kemungkinan lebih ekstrem, yaitu pembatalan proyek secara penuh. Hal ini dikabarkan bisa terjadi jika Ubisoft merasa Invictus sudah sulit diselamatkan.

Sampai saat ini, Ubisoft memang belum pernah mengumumkan jadwal rilis resmi Invictus kepada publik. Namun, proyek tersebut sebelumnya diperkirakan akan meluncur sekitar tahun 2026.

Rumor mengenai kondisi proyek sebenarnya bukan hal baru. Pada awal tahun, xj0nathan juga sempat mengungkap komentar negatif dari dalam tim pengembang.

Beberapa developer disebut merasa frustrasi terhadap proyek tersebut. Bahkan ada klaim bahwa sebagian anggota tim mulai kehilangan kepercayaan terhadap game yang mereka kerjakan.

Komentar seperti itu cukup mengejutkan untuk proyek dalam franchise sebesar Assassin’s Creed. Situasi tersebut memperlihatkan kemungkinan adanya masalah besar di balik proses pengembangan.

Ubisoft Tetap Tunjukkan Sikap Optimistis

Meski rumor negatif terus muncul, Ubisoft masih mencoba menunjukkan sikap optimistis terhadap Invictus. Dalam pembaruan franchise yang dibagikan pada Maret lalu, perusahaan menegaskan proyek tersebut masih berjalan baik.

Ubisoft menyebut Invictus bukan seperti berbagai rumor liar yang beredar di internet. Perusahaan juga mengatakan tim pengembang sangat bersemangat terhadap proyek tersebut.

Menurut Ubisoft, Invictus akan menjadi pendekatan baru untuk multiplayer di dunia Assassin’s Creed. Perusahaan ingin menghadirkan pengalaman berbeda dibanding seri sebelumnya.

Ubisoft juga menegaskan mereka ingin melibatkan komunitas lebih awal dalam proses pengembangan. Pendekatan tersebut dilakukan agar masukan pemain bisa membantu membentuk pengalaman akhir game.

Dalam blog resmi perusahaan, Ubisoft kembali menekankan semangat tim pengembang Invictus. Mereka menyebut proyek ini sejalan dengan visi jangka panjang franchise Assassin’s Creed.

Perusahaan tampaknya ingin memperluas variasi pengalaman dalam semesta Assassin’s Creed. Multiplayer dipandang sebagai salah satu arah baru yang potensial untuk franchise tersebut.

Namun, kontras antara pernyataan resmi Ubisoft dan laporan insider membuat situasi Invictus semakin menarik diperhatikan. Narasi optimistis perusahaan terasa bertolak belakang dengan rumor frustrasi internal.

Black Flag Resynced Jadi Fokus Besar Ubisoft

Di tengah ketidakpastian Invictus, perhatian komunitas kini lebih banyak tertuju pada Assassin’s Creed IV: Black Flag versi remake yang disebut Black Flag Resynced.

Game tersebut dikabarkan sudah memiliki jadwal rilis pada 9 Juli 2026. Ubisoft tampaknya menjadikan proyek ini sebagai salah satu fokus utama franchise dalam waktu dekat.

Black Flag sendiri dikenal sebagai salah satu seri Assassin’s Creed paling populer. Tema bajak laut, eksplorasi laut, dan karakter Edward Kenway membuat game tersebut memiliki basis penggemar besar.

Karena itu, remake Black Flag diperkirakan akan mendapat perhatian jauh lebih besar dibanding Invictus. Banyak penggemar kini lebih fokus menunggu bagaimana Ubisoft memperbarui game klasik tersebut.

Kehadiran Black Flag Resynced juga berpotensi memengaruhi strategi Ubisoft terhadap Invictus. Jika remake tersebut sukses besar, perusahaan mungkin akan lebih berhati-hati dengan proyek multiplayer mereka.

Sebaliknya, jika Invictus gagal memenuhi ekspektasi internal, Ubisoft bisa saja memilih mengurangi fokus pada eksperimen multiplayer. Situasi ini membuat masa depan proyek tersebut semakin sulit diprediksi.

“Baca Juga: Capcom Bagikan DLC Gratis Resident Evil Requiem”

Masa Depan Invictus Masih Belum Jelas

Saat ini, posisi Assassin’s Creed Invictus masih berada di titik yang serba menggantung. Ubisoft belum memberikan kepastian mengenai kondisi pengembangan proyek secara detail.

Di satu sisi, perusahaan terus berbicara mengenai ambisi jangka panjang dan semangat tim pengembang. Namun di sisi lain, laporan insider terus menggambarkan kondisi internal yang bermasalah.

Perbedaan narasi tersebut membuat banyak penggemar mulai mempertanyakan arah proyek. Sebagian pemain tetap berharap Invictus bisa menjadi eksperimen multiplayer yang berhasil.

Namun, sebagian lainnya mulai ragu apakah proyek tersebut mampu mencapai kualitas yang diinginkan Ubisoft. Situasi ini membuat Invictus menjadi salah satu proyek Assassin’s Creed paling misterius saat ini.

Kemungkinan besar, kepastian mengenai masa depan Invictus baru akan terlihat setelah peluncuran Black Flag Resynced pada 2026. Ubisoft diperkirakan baru akan lebih terbuka mengenai rencana jangka panjang franchise setelah proyek remake tersebut dirilis.

Dengan kondisi saat ini, Invictus menjadi gambaran bagaimana eksperimen besar dalam franchise terkenal tetap memiliki risiko tinggi. Meski Assassin’s Creed masih menjadi salah satu IP terbesar Ubisoft, tidak semua proyek di dalamnya berjalan mulus sesuai rencana awal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *