SandeKennedy – Di tengah dominasi game multiplayer dan live service, campaign single player dengan narasi yang kuat masih memiliki tempat istimewa di hati banyak pemain. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak gamer yang kembali mencari pengalaman bermain yang lebih fokus, emosional. Dan memiliki alur cerita yang jelas. Tren tersebut tampaknya menjadi salah satu pertimbangan utama The Coalition dalam mengembangkan Gears of War: E-Day. Studio tersebut kini memastikan bahwa game terbarunya akan menghadirkan campaign terpanjang dalam sejarah franchise Gears of War. Dengan cerita yang mengangkat hari pertama invasi Locust dan menampilkan Marcus Fenix serta Dominic Santiago di masa muda. E-Day dipersiapkan menjadi salah satu seri paling ambisius yang pernah dibuat oleh The Coalition.
“Baca Juga: Xbox Tinjau Kembali Strategi Konsol Next-Gen”
Campaign E-Day Akan Berdurasi Lebih dari 14 Jam
Dalam wawancara bersama IGN, Creative Director Matt Searcy mengungkap bahwa Gears of War: E-Day akan memiliki campaign berdurasi lebih dari 14 jam. Durasi tersebut menjadikannya sebagai campaign terpanjang yang pernah dikembangkan The Coalition sejak studio itu mengambil alih franchise Gears of War pada 2015. Pencapaian ini juga membuat E-Day berpotensi menjadi seri dengan cerita utama paling panjang dalam keseluruhan sejarah franchise.
Searcy menjelaskan bahwa tim pengembang ingin memberikan ruang yang lebih besar untuk mengeksplorasi cerita dan perkembangan karakter. Karena itu, pemain akan mendapatkan lebih banyak momen naratif, interaksi karakter. Serta berbagai peristiwa penting yang membentuk awal konflik besar dalam semesta Gears of War.
Bagi penggemar lama, keputusan ini tentu menjadi kabar yang menggembirakan. Selama ini, banyak pemain menginginkan cerita origin yang lebih mendalam mengenai Marcus Fenix dan Dominic Santiago. Dua tokoh utama yang telah menjadi ikon franchise selama hampir dua dekade.
Durasi yang lebih panjang juga memungkinkan The Coalition menghadirkan pengalaman yang lebih emosional dan memperlihatkan bagaimana dunia Gears berubah setelah kemunculan Locust untuk pertama kalinya.
Lebih Banyak Collectible dan Kembalinya COG Tags Ikonik
Selain campaign yang lebih panjang, The Coalition juga mengonfirmasi bahwa E-Day akan menghadirkan jumlah collectible yang lebih banyak dibandingkan seri-seri sebelumnya.
Salah satu koleksi yang dipastikan kembali adalah COG Tags. Item ikonik yang telah menjadi bagian dari franchise sejak era Xbox 360. Pemain nantinya dapat menemukan berbagai COG Tags yang tersebar di sepanjang permainan.
Keberadaan collectible ini tidak hanya berfungsi sebagai tantangan tambahan. Tetapi juga menjadi cara untuk memperluas lore dan memperkaya dunia Gears of War.
The Coalition tampaknya ingin mendorong pemain untuk lebih aktif menjelajahi lingkungan permainan dan menemukan berbagai detail yang mungkin terlewatkan dalam jalur utama.
Bagi pemain yang menyukai eksplorasi dan ingin menyelesaikan game hingga 100 persen. Kehadiran collectible tambahan tentu memberikan alasan lebih untuk kembali memainkan campaign.
Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa meskipun E-Day tetap mempertahankan struktur linear. Studio tetap ingin memberikan banyak aktivitas dan konten yang dapat ditemukan sepanjang perjalanan.
E-Day Tetap Pertahankan Struktur Linear dan Tidak Gunakan AI Generatif
Menariknya, The Coalition menegaskan bahwa Gears of War: E-Day tidak akan mengikuti tren open world yang semakin populer dalam industri game.
Sebaliknya, studio memilih mempertahankan pendekatan linear yang selama ini menjadi identitas franchise Gears of War. Pemain akan mengikuti alur cerita yang lebih terarah dengan desain level yang difokuskan pada ritme narasi dan aksi yang intens.
Keputusan tersebut disambut positif oleh banyak penggemar. Sebagian besar pemain memang menganggap struktur linear merupakan salah satu kekuatan utama Gears of War karena mampu menjaga tempo cerita dan menghadirkan momen aksi yang lebih terfokus.
Pada kesempatan yang sama, The Coalition juga mengonfirmasi bahwa pengembangan E-Day tidak melibatkan penggunaan Generative AI.
Pernyataan ini cukup menarik mengingat penggunaan AI generatif menjadi topik yang terus diperdebatkan di industri game dalam beberapa tahun terakhir. Dengan memilih tidak menggunakan teknologi tersebut, The Coalition menegaskan bahwa proses kreatif game ini tetap mengandalkan tim pengembang secara penuh.
Keputusan itu juga memperlihatkan komitmen studio untuk menjaga kualitas narasi dan desain yang selama ini menjadi ciri khas franchise.
“Baca Juga: AI Disebut Terlibat dalam Pengembangan Tomb Raider Baru”
Kisah Hari Pertama Invasi Locust Jadi Fokus Utama E-Day
Jika dibandingkan dengan seri sebelumnya, durasi campaign lebih dari 14 jam memang tergolong sangat panjang. Berdasarkan data HowLongToBeat, sebagian besar game Gears of War dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 9 hingga 12 jam.
Karena itu, E-Day memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan cerita dan karakter. Game ini akan membawa pemain kembali ke hari pertama invasi Locust, peristiwa yang dikenal sebagai Emergence Day atau E-Day.
Peristiwa tersebut menjadi titik awal dari seluruh konflik besar dalam franchise Gears of War. Pemain akan menyaksikan bagaimana Marcus Fenix dan Dominic Santiago menghadapi kekacauan ketika pasukan Locust muncul dari bawah tanah dan menyerang umat manusia.
Latar cerita yang begitu penting membuat banyak penggemar telah lama berharap The Coalition mengangkat momen tersebut dalam sebuah game penuh. Kini, harapan itu akhirnya menjadi kenyataan.
Dengan durasi yang lebih panjang, fokus pada cerita origin, serta komitmen mempertahankan identitas klasik franchise, Gears of War: E-Day berpotensi menjadi salah satu seri paling emosional dan ambisius dalam sejarah Gears. Bagi para penggemar yang telah menantikan kisah awal Marcus dan Dom selama bertahun-tahun, E-Day tampaknya siap memberikan pengalaman yang sepadan dengan ekspektasi tersebut.




Leave a Reply