Codex Mortis: Game Sepenuhnya Dibuat AI Siap Rilis

Codex Mortis: Game Sepenuhnya Dibuat AI Siap Rilis

SandeKennedy – Game indie terbaru Codex Mortis menarik perhatian karena menggunakan teknologi AI secara penuh dalam pengembangannya. Berbeda dari tren industri lain yang menutupi keterlibatan AI, developer Codex Mortis justru menjadikannya nilai jual utama. Game ini dikembangkan oleh GROLAF dan diterbitkan oleh Crunchfest. Mereka mengklaim bahwa seluruh aspek permainan, termasuk coding, seni, musik, efek suara, hingga teks, dibuat oleh AI tanpa intervensi manusia.

“Baca Juga: Kelangkaan Chip Sebabkan Kerugian Besar bagi Nintendo”

KONTEKS DAN INSPIRASI GAME

Codex Mortis mengadopsi gameplay ala Vampire Survivors, dikombinasikan dengan sistem build mirip Guild Wars. Pemain bisa melihat bagaimana AI mendesain tantangan, musuh, dan sistem progresi secara otomatis. Game ini memiliki grafis 2D dan menekankan pengalaman bermain yang sederhana namun strategis. Menurut pihak developer, penggunaan AI memungkinkan mereka membuat game secara cepat tanpa keahlian programming yang kompleks. Demo Codex Mortis telah tersedia di Steam, memberikan kesempatan bagi pemain untuk merasakan hasil pengembangan penuh AI.

PENGGUNAAN AI SEBAGAI NILAI JUAL

Sebagian besar developer masih enggan mengumumkan keterlibatan AI karena kekhawatiran reaksi negatif dari komunitas gamer. Codex Mortis mengambil pendekatan berbeda dengan menekankan fakta bahwa game ini sepenuhnya dikembangkan oleh AI. Hal ini menunjukkan keberanian developer untuk mengeksplorasi teknologi baru sekaligus menciptakan identitas unik di pasar game indie. Transparansi ini diharapkan meningkatkan minat pemain yang penasaran melihat kemampuan AI dalam membuat game fungsional, sekaligus memicu diskusi tentang masa depan kreatifitas dan inovasi dalam industri game secara lebih luas.

TREN PENGEMBANGAN GAME BERBASIS AI

Keberadaan Codex Mortis bukanlah kasus tunggal. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 7000 game di Steam dibuat menggunakan Generative AI, meningkat drastis dari 1000 game pada 2024. Peningkatan ini menunjukkan bagaimana AI semakin diadopsi dalam industri game, terutama oleh developer indie yang ingin mempercepat produksi. AI dapat digunakan untuk membuat aset seni, mekanik permainan, teks naratif, dan musik dengan efisiensi tinggi. Codex Mortis menjadi contoh bagaimana teknologi ini bisa diterapkan dari nol hingga game siap dimainkan.

“Baca Juga: Katsuhiro Harada Hengkang dari Bandai Namco Setelah 30 Tahun”

PANDANGAN KE DEPAN UNTUK INDUSTRI GAME

Codex Mortis menghadirkan kemungkinan baru bagi industri game, terutama untuk developer indie. Keberhasilan game ini dapat mendorong lebih banyak developer mengeksplorasi AI sebagai alat produksi utama. Meskipun AI belum sepenuhnya menggantikan manusia dalam pengembangan game, teknologi ini memungkinkan penciptaan ide dan mekanik kompleks dengan lebih cepat. Gamer pun dapat menikmati variasi pengalaman baru, dari cerita hingga gameplay yang dihasilkan oleh algoritma. Jika tren ini terus berkembang, tahun-tahun mendatang kemungkinan besar akan muncul lebih banyak game yang dikembangkan sepenuhnya dengan AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *