SandeKennedy – Industri game kembali diwarnai kabar kurang menggembirakan. Kali ini, seluruh anggota Kwalee Labs, studio di balik game cosmic horror Luna Abyss, dikabarkan kehilangan pekerjaan hanya beberapa minggu setelah game tersebut dirilis.
Kabar ini cukup mengejutkan karena Luna Abyss baru meluncur pada 21 Mei lalu. Sebagai proyek perdana sekaligus satu-satunya milik Kwalee Labs, game tersebut sempat menarik perhatian berkat atmosfer horor kosmik dan gaya visualnya yang unik.
Namun, seperti banyak game orisinal lainnya, Luna Abyss harus menghadapi persaingan yang sangat ketat. Tanpa dukungan franchise besar atau basis penggemar yang sudah terbentuk, menarik perhatian pemain menjadi tantangan yang sangat berat.
“Baca Juga: Dead by Daylight Raih Rekor Pemain Baru di Steam”
Dalam industri game modern, kegagalan menjangkau audiens yang cukup sering kali berdampak langsung terhadap keberlangsungan studio. Sayangnya, hal tersebut tampaknya terjadi pada Kwalee Labs.
Laporan terbaru menyebut bahwa seluruh anggota studio terkena PHK. Mulai dari posisi manajemen hingga staf pengembang, semuanya terdampak oleh keputusan tersebut.
Jika informasi ini benar, maka perjalanan Kwalee Labs berakhir tidak lama setelah mereka merilis proyek yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun.
Mantan CEO Ungkap Seluruh Anggota Tim Kehilangan Pekerjaan
Kabar mengenai PHK massal ini pertama kali mencuat melalui unggahan di LinkedIn milik Hollie Emery. Sebelumnya, Emery menjabat sebagai CEO sekaligus Production Director di Kwalee Labs.
Dalam unggahannya, Emery mengungkapkan rasa bangga karena Luna Abyss akhirnya berhasil dirilis. Ia menyebut proses pengembangan game tersebut penuh tantangan, tetapi menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier seluruh anggota tim.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, studio justru harus menghadapi kenyataan pahit. Emery menjelaskan bahwa keputusan untuk memberhentikan seluruh anggota tim berada di luar kendali mereka.
Ia tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik keputusan tersebut. Meski demikian, pernyataannya menggambarkan bahwa seluruh tim terdampak tanpa terkecuali.
PHK ini melibatkan berbagai posisi penting dalam pengembangan game. Mulai dari character artist, environment artist, lead game designer, narrative designer, penulis, hingga programmer.
Kini, seluruh anggota tim disebut sedang mencari kesempatan baru di industri game. Banyak dari mereka juga mulai membuka informasi mengenai pengalaman kerja dan portofolio mereka melalui media sosial profesional.
Luna Abyss Jadi Satu-Satunya Proyek Kwalee Labs
Luna Abyss memiliki posisi yang cukup spesial bagi Kwalee Labs. Game ini merupakan satu-satunya proyek yang pernah dikembangkan oleh studio tersebut.
Kwalee Labs sendiri merupakan anak perusahaan dari publisher asal Inggris, Kwalee. Studio ini dibentuk untuk mengembangkan proyek-proyek orisinal dengan skala yang lebih besar.
Luna Abyss menjadi hasil pertama dari ambisi tersebut. Game ini menawarkan pengalaman first-person shooter dengan tema cosmic horror yang menggabungkan aksi cepat dan eksplorasi dunia yang misterius.
Sejak pertama kali diperkenalkan, Luna Abyss sempat menarik perhatian karena desain visualnya yang unik. Nuansa gelap dan arsitektur yang tidak biasa memberikan identitas tersendiri dibanding game shooter lain.
Namun, memiliki konsep menarik tidak selalu menjamin keberhasilan komersial. Industri game saat ini dipenuhi oleh berbagai judul baru yang bersaing memperebutkan perhatian pemain.
Tanpa pemasaran yang kuat atau komunitas yang besar, game baru sering kesulitan mempertahankan momentum setelah dirilis.
Jumlah Pemain di Steam Disebut Sangat Rendah
Berdasarkan laporan yang beredar, performa Luna Abyss di Steam menjadi salah satu sorotan utama. Game tersebut disebut hanya mampu mencapai peak player sebanyak 317 pemain.
Jumlah pemain hariannya bahkan dikabarkan berada di bawah angka 50 pemain. Statistik tersebut tentu jauh dari harapan untuk sebuah game multiplayer atau live service modern.
Rendahnya jumlah pemain memunculkan spekulasi bahwa Luna Abyss gagal mencapai target bisnis yang diharapkan oleh perusahaan.
Padahal, game tersebut juga tersedia melalui Xbox Game Pass. Kehadiran di layanan berlangganan itu biasanya dapat membantu memperluas jangkauan pemain dan meningkatkan eksposur.
Namun, dalam kasus Luna Abyss, strategi tersebut tampaknya belum mampu menghasilkan dampak yang signifikan. Minat pemain tetap berada di level yang rendah setelah peluncuran.
Meski tidak ada konfirmasi resmi mengenai hubungan antara performa game dan PHK yang terjadi, banyak pihak melihat keduanya sebagai faktor yang saling berkaitan.
Namun demikian, Kwalee maupun Kwalee Labs belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
“Baca Juga: Server Destiny 2 Dipenuhi Pemain Usai Update Terbaru”
Kisah Luna Abyss Jadi Gambaran Beratnya Industri Game Modern
Kasus yang menimpa Luna Abyss dan Kwalee Labs menjadi pengingat bahwa industri game modern semakin kompetitif. Bahkan game dengan konsep menarik dan tim yang berbakat tetap menghadapi risiko besar jika gagal menemukan audiens yang cukup luas.
Bagi studio baru, tantangannya bahkan lebih berat. Mereka harus bersaing dengan franchise besar, game live service yang sudah mapan, serta puluhan rilisan baru yang hadir setiap bulan.
Dalam kondisi seperti ini, keberhasilan sebuah game tidak hanya ditentukan oleh kualitas. Faktor pemasaran, visibilitas, dan momentum peluncuran juga memegang peran yang sangat penting.
Kisah Luna Abyss terasa semakin menyedihkan karena studio tersebut baru saja merayakan perilisan game pertamanya. Kurang dari sebulan kemudian, seluruh anggota tim justru harus mencari pekerjaan baru.
Meski masa depan Kwalee Labs kini belum jelas, banyak pemain dan pelaku industri berharap para pengembang yang terlibat dapat segera menemukan kesempatan baru.
Sementara itu, Luna Abyss menjadi contoh terbaru bahwa di industri game modern, perjalanan sebuah studio bisa berubah sangat cepat. Sebuah proyek yang lahir dari kreativitas dan kerja keras bertahun-tahun terkadang harus menghadapi kenyataan pahit hanya dalam hitungan minggu setelah dirilis.




Leave a Reply