SandeKennedy – Gitaris sekaligus pemain keyboard The Cure, Perry Bamonte, meninggal dunia pada usia 65 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh band legendaris asal Inggris tersebut melalui situs resmi mereka pada Jumat (26/12/2025). Perry Bamonte mengembuskan napas terakhir akibat sakit yang dideritanya, meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan musik The Cure selama puluhan tahun.
“Baca Juga: Laporan Dugaan Penipuan Dicabut, Inara Rusli Buka Suara”
Kepergian Bamonte menjadi kehilangan besar bagi dunia musik, khususnya bagi penggemar The Cure. Mengingat perannya yang signifikan dalam membentuk warna musikal band tersebut sejak awal 1990-an hingga periode terakhir kariernya.
Kontribusi Perry Bamonte dalam Perjalanan The Cure
The Cure mengenang Perry Bamonte sebagai sosok yang memiliki karakter pendiam namun penuh intensitas dan kreativitas. Dalam pernyataan resminya, band tersebut menyebut Bamonte sebagai pribadi yang intuitif, konsisten, dan memiliki hati yang hangat. Ia dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan panjang The Cure, baik secara musikal maupun personal.
Perry Bamonte tercatat menjadi anggota The Cure dalam dua periode berbeda. Periode pertama berlangsung dari 1990 hingga 2005, sementara periode kedua dimulai pada 2022 hingga akhir hayatnya. Selama masa tersebut, ia memainkan berbagai instrumen, termasuk gitar, bass, dan keyboard. Serta terlibat aktif dalam rekaman album dan tur dunia.
Selama 14 tahun di periode pertamanya, Bamonte tampil di lebih dari 400 pertunjukan bersama The Cure. Ia kemudian kembali bergabung pada 2022 dan tampil dalam 90 pertunjukan tambahan. The Cure bahkan menyebut sebagian konser di periode terakhir tersebut sebagai penampilan terbaik dalam sejarah band, yang berpuncak pada konser The Show of a Lost World di London pada 1 November 2024.
Perjalanan Karier dari Kru Tur hingga Anggota Band
Perry Bamonte lahir di London pada 1960. Keterlibatannya dengan The Cure bermula pada 1984, bukan sebagai musisi, melainkan sebagai bagian dari kru tur. Kesempatan tersebut datang lewat sang kakak, Daryl Bamonte, yang saat itu menjabat sebagai manajer tur The Cure.
Seiring waktu, Perry Bamonte dipercaya menjadi asisten pribadi sekaligus teknisi gitar bagi vokalis utama The Cure, Robert Smith. Kedekatannya dengan Smith dan pemahamannya terhadap karakter musik band tersebut membuatnya menjadi sosok yang tepat ketika The Cure membutuhkan personel baru.
Pada 1990, Bamonte resmi bergabung sebagai anggota band, menyusul hengkangnya pemain keyboard Roger O’Donnell. Sejak saat itu, perannya semakin sentral dalam membentuk aransemen musik The Cure, terutama pada era 1990-an yang menjadi salah satu fase paling sukses secara komersial.
Peran di Album Ikonik dan Tur Dunia
Dalam album Wish yang dirilis pada 1992, Perry Bamonte memainkan bass enam senar dan keyboard di sejumlah lagu populer seperti Friday, I’m in Love, A Letter to Elise, dan High. Album ini menjadi salah satu rilisan tersukses The Cure dan memperkuat posisi Bamonte sebagai bagian penting dari formasi band.
Selain Wish, Bamonte juga berkontribusi dalam album-album lain hingga Bloodflowers yang dirilis pada 2000. Selama periode tersebut, ia terlibat aktif dalam tur dunia dan berbagai proyek kreatif The Cure, menjadikannya salah satu figur kunci di balik konsistensi musikal band. Pada 2005, Bamonte meninggalkan The Cure setelah Robert Smith mengonfigurasi ulang band menjadi format trio. Meski demikian, hubungannya dengan The Cure tidak sepenuhnya terputus.
“Baca Juga: Samsung SDI Kembangkan Baterai Baru 20.000 mAh”
Kembali ke The Cure dan Warisan Terakhir
Setelah meninggalkan The Cure, Perry Bamonte sempat bergabung dengan band Love Amongst Ruin pada 2012. Ia kemudian kembali tampil bersama The Cure dalam momen pelantikan band tersebut ke Rock and Roll Hall of Fame pada 2019, yang menjadi pertanda kembalinya hubungan musikal mereka.
Pada 2022, Bamonte secara resmi kembali bergabung untuk tur dunia Shows of a Lost World, yang dimulai di Latvia pada Oktober dan berlangsung hingga Desember 2023. Ia bahkan tampil dalam konser terbaru The Cure di Troxy, London, pada November 2024, dan dijadwalkan mengikuti rangkaian pertunjukan internasional hingga 2026.
Permainan Bamonte selama tur tersebut juga diabadikan dalam film dokumenter konser yang mengikuti perjalanan Shows of a Lost World. Dengan kepergiannya, Perry Bamonte meninggalkan warisan besar dalam sejarah The Cure, tidak hanya sebagai musisi berbakat, tetapi juga sebagai sosok yang setia dan berpengaruh dalam perjalanan panjang band legendaris tersebut.




Leave a Reply