SandeKennedy – Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia game shooter kompetitif. Highguard dipastikan akan menghentikan operasionalnya secara permanen. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh pengembangnya, Wildlight Entertainment, melalui pernyataan resmi pada hari Selasa. Game free-to-play bergenre raid shooter ini akan resmi ditutup pada 12 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, seluruh server game akan dimatikan sehingga pemain tidak lagi dapat mengakses permainan. Penutupan ini menandai akhir perjalanan singkat Highguard sejak peluncurannya pada awal tahun.
“Baca Juga: Resident Evil Requiem Lampaui RE4 di Metacritic”
Dalam pernyataan di platform X, Wildlight menyampaikan bahwa tim pengembang telah bekerja keras mengembangkan game tersebut. Namun mereka mengakui tidak berhasil membangun basis pemain yang cukup kuat untuk mendukung kelangsungan game dalam jangka panjang. Server Highguard akan tetap aktif hingga hari penutupan. Pengembang mengajak para pemain untuk kembali masuk dan menikmati pertandingan terakhir sebelum layanan dihentikan sepenuhnya.
Update Terakhir Hadir Sebelum Server Dimatikan
Sebelum server resmi ditutup, Wildlight Entertainment berencana merilis pembaruan terakhir untuk Highguard. Update ini akan menghadirkan sejumlah konten tambahan yang dapat dinikmati pemain dalam periode terakhir permainan. Pembaruan tersebut mencakup kehadiran Warden baru serta senjata tambahan. Selain itu, pengembang juga akan memperkenalkan sistem level akun yang memungkinkan pemain melacak progres permainan. Fitur skill tree juga akan ditambahkan sebagai bagian dari update terakhir.
Konten tambahan ini dirilis sebagai bentuk penutup perjalanan game. Wildlight berharap pemain masih dapat menikmati beberapa pertandingan terakhir sebelum server dihentikan. Langkah tersebut juga menjadi bentuk apresiasi kepada komunitas yang tetap mendukung game sejak peluncuran. Meski masa operasionalnya relatif singkat, Highguard tetap memiliki basis pemain yang mengikuti perkembangan game hingga akhir.
Strategi Pengumuman di The Game Awards Jadi Sorotan
Highguard awalnya dirancang untuk diluncurkan secara mendadak mengikuti strategi yang pernah digunakan Apex Legends pada 2019. Model peluncuran tersebut dikenal mampu menciptakan hype besar secara instan. Namun rencana tersebut akhirnya berubah. Game ini lebih dulu diumumkan dalam ajang The Game Awards setelah menerima tawaran dari penyelenggara acara, Geoff Keighley.
CEO dan pendiri Wildlight Entertainment, Dusty Welch, kemudian mengakui bahwa keputusan tersebut mungkin cukup berisiko. Setelah pengumuman tersebut, game sempat menerima kritik dari sebagian komunitas gamer. Beberapa minggu setelah pengumuman, komunikasi dari tim pengembang juga relatif minim. Hal ini membuat sebagian pemain kehilangan antusiasme sebelum game resmi dirilis pada 26 Januari 2026.
Lonjakan Pemain Awal Tidak Bertahan Lama
Saat pertama kali diluncurkan, Highguard sempat mencatatkan jumlah pemain yang cukup besar. Rasa penasaran publik membuat banyak gamer mencoba permainan tersebut pada hari pertama. Di platform Steam, Highguard sempat mencapai hampir 100.000 pemain bersamaan. Angka tersebut menunjukkan potensi awal yang cukup menjanjikan bagi game free-to-play tersebut.
Namun lonjakan pemain itu tidak bertahan lama. Pada akhir pekan pertama setelah rilis, jumlah pemain puncak hanya mencapai sekitar 15.000 pengguna. Penurunan tersebut terus berlanjut dalam beberapa minggu berikutnya. Sekitar satu bulan setelah peluncuran, jumlah pemain bersamaan turun drastis hingga mendekati 1.000 pengguna. Menjelang penutupan server, angka tersebut bahkan turun di bawah 500 pemain aktif di Steam.
Update Gameplay Gagal Menghidupkan Kembali Komunitas
Wildlight sebenarnya telah mencoba berbagai langkah untuk memperbaiki pengalaman bermain. Salah satu perubahan terbesar adalah penambahan mode pertandingan 5v5. Mode ini diperkenalkan setelah banyak pemain mengeluhkan tempo permainan yang dianggap kurang intens.
Mode tersebut kemudian dijadikan permanen dalam update berikutnya. Selain itu, pengembang juga menambahkan Warden baru serta berbagai penyesuaian kecil untuk meningkatkan keseimbangan permainan.
Pada Februari, tim pengembang kembali memperkenalkan variasi mode 5v5 baru. Mode ini mengurangi fase persiapan dan proses looting agar pertandingan terasa lebih cepat. Meski berbagai perubahan telah dilakukan, upaya tersebut tidak cukup untuk mengembalikan jumlah pemain secara signifikan. Komunitas game tetap mengalami penurunan dalam jumlah yang cukup drastis.
“Baca Juga: Qualcomm Umumkan Snapdragon Wear Elite”
Masalah Pendanaan dan Persaingan Live Service
Beberapa laporan juga mengungkap adanya masalah internal yang memperburuk kondisi pengembangan game. Dua minggu setelah peluncuran, sebagian besar tim pengembang dilaporkan mengalami pemutusan hubungan kerja. Menurut laporan dari Bloomberg, keputusan tersebut terjadi setelah Tencent menarik dukungan pendanaannya. Pendanaan tersebut disebut terkait dengan pencapaian metrik tertentu. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah tingkat retensi pemain. Target yang ditetapkan investor dilaporkan tidak tercapai sehingga memengaruhi keberlanjutan proyek.
Penutupan Highguard menjadi contoh nyata kerasnya persaingan di pasar game live service. Bahkan dengan tim berpengalaman dan dukungan finansial besar, mempertahankan perhatian pemain tetap menjadi tantangan besar. Kasus ini menunjukkan bahwa keberhasilan game live service tidak hanya bergantung pada kualitas teknis. Faktor komunitas, desain gameplay, dan strategi jangka panjang juga sangat menentukan.




Leave a Reply