SandeKennedy – Ubisoft kembali melakukan restrukturisasi besar di berbagai studio dan divisi global. Langkah ini mencakup penutupan studio, pemangkasan karyawan, serta perubahan fokus sejumlah tim internal.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menyederhanakan operasional dan memperkuat fondasi bisnis di masa depan. Ubisoft mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap portofolio proyek yang sedang berjalan.
Dalam pengumuman internal yang dibagikan kepada karyawan, perusahaan asal Prancis itu menyebut restrukturisasi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi industri saat ini.
“Baca Juga: Microsoft Hadirkan Opsi Baru Xbox Game Pass”
Beberapa tahun terakhir memang menjadi masa yang sulit bagi Ubisoft. Nilai perusahaan terus mengalami tekanan akibat sejumlah perilisan game yang tidak memenuhi ekspektasi pasar.
Sebelumnya, Ubisoft juga telah mengumumkan rencana penghematan besar. Dalam kurun setahun terakhir, perusahaan disebut telah memangkas sekitar seribu karyawan di berbagai wilayah.
Kini, restrukturisasi kembali dilakukan dan diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. Langkah ini menunjukkan bahwa Ubisoft sedang berusaha menata ulang bisnis mereka secara menyeluruh.
Ubisoft Tutup Studio di Winnipeg dan Belgrade
Sebagai bagian dari restrukturisasi terbaru, Ubisoft mengonfirmasi penutupan dua studio mereka. Kedua studio tersebut berada di Winnipeg, Kanada, dan Belgrade, Serbia.
Penutupan studio menjadi salah satu keputusan terbesar dalam gelombang restrukturisasi kali ini. Ubisoft menilai perubahan tersebut diperlukan untuk menyesuaikan struktur perusahaan dengan kebutuhan bisnis saat ini.
Studio Winnipeg dilaporkan akan menghentikan seluruh operasinya. Sementara itu, studio Belgrade juga akan ditutup setelah sebelumnya terlibat dalam berbagai proyek Ubisoft.
Keputusan ini tentu berdampak langsung pada para karyawan yang bekerja di kedua lokasi tersebut. Banyak tim yang selama ini mendukung pengembangan game Ubisoft kini harus menghadapi ketidakpastian.
Penutupan studio juga menunjukkan bahwa Ubisoft sedang memusatkan sumber daya mereka pada proyek dan lokasi yang dianggap lebih strategis.
Langkah seperti ini bukan hal yang asing di industri game. Namun, ketika dilakukan oleh perusahaan sebesar Ubisoft, dampaknya menjadi perhatian besar bagi komunitas maupun pelaku industri.
Restrukturisasi ini kembali memperlihatkan tekanan yang sedang dihadapi perusahaan dalam mempertahankan stabilitas bisnisnya.
Studio Barcelona Akan Fokus pada Rainbow Six
Selain menutup dua studio, Ubisoft juga memulai proses restrukturisasi di studio Barcelona. Perusahaan melakukan konsultasi internal terkait perubahan arah pengembangan di lokasi tersebut.
Ke depannya, Ubisoft Barcelona akan lebih difokuskan pada aktivitas yang berkaitan dengan franchise Rainbow Six. Hal ini menunjukkan bahwa Ubisoft masih menaruh perhatian besar pada salah satu seri andalan mereka.
Perubahan tersebut diperkirakan berdampak pada puluhan karyawan. Berdasarkan informasi yang beredar, sekitar 51 posisi di studio Barcelona berpotensi terdampak.
Tidak hanya itu, tim yang mengerjakan Rainbow Six Siege juga dikabarkan mengalami pengurangan tenaga kerja.
Sekitar 120 posisi disebut akan dipangkas sebagai bagian dari penyesuaian organisasi. Ubisoft tampaknya ingin menyusun ulang struktur tim agar lebih efisien.
Meski demikian, perusahaan belum menjelaskan secara detail bagaimana perubahan ini akan memengaruhi pengembangan Rainbow Six di masa depan.
Banyak penggemar berharap restrukturisasi tersebut tidak mengurangi dukungan Ubisoft terhadap salah satu franchise terbesarnya itu.
Sekitar 380 Karyawan Berpotensi Terdampak Restrukturisasi
Ubisoft memperkirakan sekitar 380 karyawan berpotensi terdampak oleh restrukturisasi terbaru ini. Namun, perusahaan menegaskan bahwa angka tersebut masih bisa berubah.
Menurut laporan Insider Gaming, rincian sementara menunjukkan sekitar 65 karyawan terdampak di Ubisoft Winnipeg. Sementara itu, sekitar 100 karyawan berada di studio Belgrade.
Selain Barcelona dan tim Rainbow Six Siege, divisi publishing Ubisoft di San Francisco juga disebut mengalami PHK. Namun, hingga saat ini Ubisoft belum mengungkap jumlah pasti karyawan yang terdampak di kantor tersebut.
Perubahan tidak hanya terjadi pada tim pengembangan game. Ubisoft juga melakukan penyesuaian di organisasi publishing global mereka. Perusahaan ingin mengubah cara tim dibentuk dan didistribusikan agar proses kerja menjadi lebih sederhana dan efisien.
Restrukturisasi lintas divisi ini menunjukkan bahwa Ubisoft tidak hanya melakukan pengurangan biaya, tetapi juga sedang merancang ulang struktur bisnis mereka.
“Baca Juga: Apple Dikabarkan Siapkan MacBook dengan Layar Sentuh”
Ubisoft Hadapi Tantangan Besar Setelah Bertahun-Tahun Ekspansi
Restrukturisasi terbaru kembali menegaskan bahwa Ubisoft sedang menghadapi tantangan besar. Setelah bertahun-tahun melakukan ekspansi dan mengembangkan banyak proyek, perusahaan kini harus menentukan ulang prioritas mereka.
Sejumlah game yang tidak memenuhi harapan pasar membuat Ubisoft kehilangan momentum dalam beberapa tahun terakhir. Situasi itu memengaruhi kondisi keuangan dan memaksa perusahaan mengambil langkah penghematan.
Penutupan studio, PHK, dan perubahan fokus tim menjadi bagian dari strategi untuk menstabilkan bisnis. Ubisoft berharap struktur yang lebih ramping dapat membantu perusahaan bergerak lebih efektif.
Meski demikian, proses restrukturisasi seperti ini tentu membawa konsekuensi yang tidak kecil. Ratusan karyawan harus menghadapi ketidakpastian, sementara komunitas mempertanyakan arah perusahaan ke depan.
Ubisoft sendiri menegaskan bahwa mereka masih berkomitmen mengembangkan franchise besar dan mengevaluasi prioritas pengembangan game secara berkala.
Namun, melihat situasi saat ini, gelombang restrukturisasi tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat. Industri game yang semakin kompetitif memaksa perusahaan besar seperti Ubisoft untuk terus beradaptasi agar tetap bertahan dan kembali menemukan jalur pertumbuhan yang berkelanjutan.




Leave a Reply